Solusi program terbaik utk mencegah stroke adalah dengan mengggunakan program Smart Detox. Jual SWEET DETOX / Smart Detox di Bali. 081999650025 / 087860107949
Sebagai
Salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia, rasanya hampir setiap
orang sudah pernah mendengar istilah stroke. bahkan saat ini penyakit
stroke tidak lagi mendominasi para lansia tapi juga orang di usia
produktif
Penyumbatan dan Perdarahan
Stroke merupakan penyakit akibat gangguan aliran darah di otak, bisa terjadi karena ada pembuluh darah yang pecah di otak atau sumbatan di pembuluh darah. Aliran darah yang terganggu ini terjadi secara tiba-tiba sehingga menyebabkan kerusakan saraf. Stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak disebut dengan stroke tipe hemoragi (perdarahan). Sementara stroke karena sumbatan pembuluh darah disebut tipe oklusif atau iskemik. Sebagian besar stroke yang terjadi adalah tipe oklusif, mencapai 85% kasus.
Beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko mengalami serangan stroke adalah:
- Usia
Bertambahnya
usia seseorang meningkatkan risiko terjadinya stroke pada orang
tersebut. Pada usia di atas 55 tahun, risiko stroke bahkan meningkat
hingga 2 kali lipat.
- Hipertensi
Tekanan
darah yang tinggi berisiko memecahkan pembuluh darah karena tekanan di
dindingnya yang sangat kuat. Selain itu penderita hipertensi memiliki
darah yang lebih kental sehingga mudah membentuk gumpalan dan bisa
menyebabkan stroke tipe oklusif. Tingginya tekanan darah juga
dipengaruhi tingginya kadar kolesterol, kebiasaan merokok, kurang olah
raga, dan lainnya.
- Jenis kelamin
Stroke lebih sering terjadi pada laki-laki, yakni sekitar 19% lebih banyak dibanding pada wanita.
- Transient Ischemic Attack (TIA)
Adalah
gangguan fungsi saraf yang terjadi sesaat karena adanya gangguan aliran
darah di otak. Serangan ini bisa menjadi prediktor serangan stroke pada
orang yang bersangkutan. Gejalanya TIA dan stroke sama, hanya saja pada
TIA gejala cepat hilang (berlangsung kurang dari 5 menit), sehingga
umumnya gejala ini tidak disadari atau dianggap enteng oleh pasien.
Semakin sering terjadi serangan TIA, maka risiko stroke juga semakin
tinggi.
Selain
menanyakan riwayat dan melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga akan
melakukan pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI untuk memastikan
lokasi gangguan aliran darah dan seberapa luas area di otak yang
terganggu. Kedua pemeriksaan ini juga bisa untuk mengetahui penyebab
stroke, apakah karena pecahnya pembuluh darah atau sumbatan pada
pembuluh. Sumbatan selain karena gumpalan darah juga bisa terjadi karena
gumpalan lemak yang terlepas dari dinding pembuluh darah.







